AGAM, iNews.id – Puluhan keluarga korban erupsiGunung Marapi mendatangi Posko AntemortemPolda Sumatera Barat (Sumbar) di Kabupaten Agam, Senin (4/12/2023).
Mereka mayoritas keluarga para pendaki yang hingga kini belum diketahui nasibnya pasca-Gunung Marapi meletus, Minggu (3/12/2023) sore.
Salah satu keluarga pendaki, Weli Adya mengatakan, kedatangannya ke Posko Antemortem untuk melaporkan adiknya, Muhammad Alfikri yang hingga kini belum diketahui keberdaannya.
Fikri merupakan salah satu pendaki yang terjebak di puncak Marapi saat terjadi erupsi. “Adik saya ini sempat berkomunikasi sebelum terjadi erupsi, namun hingga kini adik saya tidak bisa dihubungi,” katanya.
Dia menuturkan, berdasarkan informasi, Fikri mendaki Marapi bersama teman-teman kuliahnya. “Namun semuanya juga tidak bisa dihubungi hingga sekarang,” ucapnya.