PT Bukit Raya Mudisa Kirim Petugas dan Alat Berat, Bersihkan 63 Rumah Terdampak Banjir Bandang

Rizqa Leony Putri
PT Bukit Raya Mudisa (BRM) mengirim tim beserta alat berat ke lokasi terdampak banjir bandang dan longsor di Malalo, Sumatra Barat. (Foto: dok BRM)

"Sebenarnya, Galodo (banjir bandang) sudah terjadi pada hari Selasa (24/11/2025) sebelumnya. Karena kami sudah beberapa kali mengalami, warga langsung mengungsi, aehingga ketika Galodo besar terjadi pada hari Jumat, tidak ada lagi warga yang berada di rumah," tutur Juharni.  

Berdasarkan data yang dihimpun dari lokasi kejadian, banjir bandang yang menimpa kawasan Malalo menghantam tiga jorong, yakni Padang Laweh, Guguak Malalo dan Muara Ambius. Sementara kerusakan paling parah berada di Muara Ambius, yang lokasinya memang berada di tepi aliran anak sungai yang bermuara ke Danau Singkarak, yakni sekira 200 meter dari dua jorong lain.

Di tempat ini, tidak banyak rumah warga yang tersisa, karena posisinya yang berada di tepi sungai, kebanyakan materi yang terbawa banjir bandang. Namun demikian, kondisi di dua jorong lainnya juga tak begitu jauh berbeda. Hal ini disebabkan banjir bandang yang menimpa Padang Laweh dan Guguak Malalo berasal dari aliran air bercampur tanah, batu, dan kayu.

Aliran baru ini muncul dari guguran bukit yang berjarak sekitar 5 kilometer dari tempat mereka. Sebelum menghantam kawasan pemukiman warga, banjir bandang terlebih dahulu melabrak dan meluluhlantakkan puluhan hektar lahan perkebunan milik masyarakat yang berada di bawahnya.  

"Ada juga lahan sawah yang ikut tertimbun, tapi kami belum tahu berapa luasnya, yang pasti cukup luas lah," katanya.

Upaya Perbaikan Terus Berjalan  

Dari pantauan di lapangan, sepanjang Kamis (4/12/2025), proses perbaikan terus berjalan di tiga jorong tersebut. Petugas dari Kepolisian dan TNI, serta relawan terus bahu-membahu membersihkan lahan yang terendam tanah bercampur batu.

Termasuk bantuan dari petugas dan alat berat serta pendukung lainnya dari PT Bukit Raya Mudisa (BRM) yang bergabung dengan tim TNI Polri serta BPBD Tanah Datar. Yuharni sangat berharap, proses perbaikan khususnya membersihkan rumah-rumah warga dari material akibat banjir bandang dapat berjalan dengan cepat, karena sampai saat ini mereka masih bertahan di tempat pengungsian.

"Rumah kami sudah tidak bisa dihuni lagi karena tanah dan batu sudah penuh semua. Ini yang paling kami butuhkan sekarang. Jadi kalau bisa kami sudah bisa kembali lagi ke rumah. Nanti perbaikan lain bisa menyusul," ucapnya.

Editor : Rizqa Leony Putri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Fundamental Tetap Solid, BRI Sambut Positif Dukungan terhadap Pasar Modal

57 tahun lalu

Wujudkan Ketahanan Pangan, Bupati Kotabaru Dukung Penuh Program WEFSRID

57 tahun lalu

Ketum Perbanas Tegaskan Fundamental Perbankan Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi

57 tahun lalu

PMB Cyber University Gelombang 4 2026 Telah Dibuka, Segera Daftarkan Diri Anda!

57 tahun lalu

Dorong Generasi Muda Raih Prestasi, Pemkab Apresiasi Kelulusan Siswa SMPN 1 Kotabaru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal