Ungkapan itu menunjukkan orang Minangkabau menghargai proses demokrasi sebagai upaya untuk mencari pemimpin, dan bisa kembali bersatu setelah semuanya selesai.
“Mayoritas masyarakat Sumbar adalah pemilih Prabowo-Sandiaga Uno. Tetapi setelah ini, semua harus bersatu kembali demi Indonesia yang lebih baik,” katanya.
Diketahui, Prabowo-Sandi menang telak di Provinsi Sumbar pada Pilpres 2019. Data dari situs KPU, hasil perhitungan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI 2019 di Provinsi Sumbar, pasangan Prabowo-Sandi meraih suara 85,91 persen atau 2.485.265 dari total suara. Sementara Jokowi-Ma'ruf hanya meraih 14,09 persen atau 407.638 suara.
Sebelumnya sembilan hakim MK sepakat menolak seluruh gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tanpa dissenting opinion.
Putusan itu langsung direspons oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dengan menetapkan rapat pleno terbuka pada Minggu 30 Juni 2019 untuk menetapkan calon terpilih, Jokowi-Ma’ruf, di Kantor KPU Pusat mulai pukul 15.30 WIB.