Pembubaran Ibadah di Padang, Wali Kota Fadly Amran Tegaskan Bukan Konflik SARA

Rus Akbar
Wali Kota Padang Fadly Amran saat mediasi insiden pembubaran ibadah umat Kristen di Padang Sarai (Foto: MPI/Rus Akbar)

Dalam rapat tersebut, telah dicapai kesepakatan bersama. Kesalahpahaman warga terkait fungsi rumah ibadah dinyatakan telah selesai.

“Untuk kesalahpahaman sudah clear. Bahwa insiden ini tidak terkait SARA, untuk tindakan yang masuk ranah pidana ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Pernyataan tersebut turut diamini oleh Kapolsek Koto Tangah Kompol Afrino dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Padang, Prof Salmadanis.

Sementara perwakilan jemaat GKSI, Pendeta Dachi mengatakan, insiden bermula dari kesalahpahaman warga terhadap fungsi bangunan tersebut. Menurutnya, rumah itu bukan gereja, melainkan tempat pendidikan agama anak-anak Kristen.

“Sebagian warga menganggap rumah tempat pendidikan agama bagi anak-anak Kristen yang kita bina ini adalah gereja, padahal bukan,” kata Pendeta Dachi.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Wagub Sumbar Vasko Ruseimy: Intoleransi Tak Mencerminkan Nilai-Nilai Masyarakat Minangkabau

57 tahun lalu

Intoleransi di Padang, Wali Kota Fadly Amran: Bukan Perselisihan Agama, Murni Kesalahpahaman

57 tahun lalu

Aksi Intoleransi Pembubaran Ibadah di Rumah Doa Padang, 9 Orang Ditangkap!

57 tahun lalu

Kasus Intoleransi Pembubaran Ibadah Rumah Doa di Padang, Ini Respons PKUB Kemenag

57 tahun lalu

Heboh Rumah Doa Umat Kristen di Padang Diserang, CFRIST: Darurat Intoleransi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal