Sekbang Terpadu TNI A-97 meluluskan 45 penerbang, terdiri atas 43 siswa penerbang TNI AU termasuk di antaranya 2 penerbang wanita (Wara), 1 orang penerbang lulusan Sekbang Malaysia, dan 2 siswa penerbang TNI AD.
Untuk penerbang TNI AU terbagi menjadi 15 penerbang tempur termasuk seorang Wara, 18 penerbang angkut/transport dan 10 penerbang heli. Sedangkan 2 penerbang AD akan bertugas di Puspenerbad.
Sebelum dilantik sebagai penerbang, para siswa Sekbang terpadu A-97 telah mengikuti tahapan pendidikan berupa bina kelas (ground school) di Skadron Pendidikan (Skadik) 104 dan bina terbang latih dasar di Skadik 101 dengan pesawat Grob G120TP-A.
Tahapan berikutnya, para siswa melaksanakan pendidikan terbang latih lanjut untuk jurusan fix wing di Skadik 102 dengan pesawat KT-1B Woongbee dan jurusan rotary wing dilaksanakan di Lanud Suryadarma, Kalijati Subang dengan pesawat EC120-B Colibri.
Terpilih sebagai siswa terbaik fixed wing (pesawat) Letda Pnb Ravi Rahmat, S Tr (Han) dan rotary wing (heli) Letda Pnb Sandro Imeldo S Tr (Han). Keduanya dianugerahi trofi lulusan Sekbang terbaik oleh KSAU.
Ravi Rahmat merupakan putra Minang. Putra dari pasangan Amrozi dan Elfitra ini lahir 27 Januari 1995 di Tanjung Pati, Payakumbuh, Sumatera Barat.
Sedangkan Letda Pnb Sandro Imeldo berasal dari Pekanbaru. Prajurit kelahiran di Batusangkar, 18 September 1995 ini putra dari pasangan Aidil Azhar dan Jesni Mainal.