BUKITTINGGI, iNews.id – Kebakaran hebat menghanguskan rumah semipermanen berlantai dua di Jalan Setia Budi, RT 02 RW 03 Kampung Baru, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.
Musibah ini menelan satu korban jiwa, yakni seorang wanita lanjut usia (lansia) penghuni rumah bernama Israwati Rabait alias Ijah (65). Korban ditemukan tewas mengenaskan setelah diduga nekat menerobos kembali ke dalam kobaran api demi menyelamatkan harta bendanya, Kamis (28/5/2026).
Berdasarkan keterangan saksi mata dan warga di lokasi kejadian, petaka bermula ketika api pertama kali muncul dari bagian dapur rumah. Saat itu, korban dilaporkan tengah sibuk memasak hidangan dari daging kurban.
Nahas, kobaran api dengan sangat cepat membesar dan merembet ke seluruh ruangan lantaran material bangunan rumah didominasi oleh kayu kering. Kondisi tersebut diperparah oleh cuaca yang terik serta tiupan angin kencang di sekitar lokasi.
Melihat kepulan asap pekat dan api yang mulai membubung tinggi, warga sekitar langsung berhamburan dan berupaya menyelamatkan seluruh penghuni rumah. Pada kepanikan awal tersebut, korban Ijah sebenarnya sudah berhasil dievakuasi oleh warga ke tempat yang aman di luar rumah.
Namun, diduga karena panik memikirkan nasib uang tunai dan perhiasan emas miliknya yang masih tertinggal, korban secara sembunyi-sembunyi nekat masuk kembali ke dalam bangunan yang sudah dikepung si jago merah.
Aksi nekat korban baru disadari saat pihak keluarga panik mencari keberadaannya. Warga dan petugas yang mengetahui korban kembali terjebak langsung bergerak cepat memecahkan kaca jendela dan mendobrak pintu rumah guna melakukan evakuasi darurat. Namun, tebalnya asap dan besarnya api membuat upaya penyelamatan tersebut berjalan dramatis dan sempat terhambat.
Guna menjinakkan amukan api, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bukittinggi menerjunkan sedikitnya enam unit armada pemadam bersama 30 personel ke lokasi. Proses pemadaman juga mendapat dukungan bantuan armada dari tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Agam.
Petugas Damkar harus berjibaku melawan kobaran api selama hampir dua jam sebelum akhirnya berhasil melakukan pemadaman total dan pendinginan. Selama proses penjinakan api, petugas sempat mengalami kendala teknis akibat akses jalan menuju titik lokasi yang sangat sempit, ditambah banyaknya kerumunan warga yang memadati area sekitar kebakaran.