Menurutnya, ada perbedaan waktu antara Minang dengan Bugis, Sulawesi Selatan yakni sekitar 30 tahun soal pendidikan. Ini menunjukkan kemajuan pendidikan di Minang dibanding daerah lain.
"Bahkan, guru-guru dari Minang ini dulu dikirim ke seluruh daerah untuk meningkatkan pendidikan bangsa dan salah satunya mertua saya yang dikirim sebagai kepala sekolah Muhammadiyah ke Makassar," kata JK.
Pada zaman dulu, pemuda Minang ini seusai makan di rumah langsung pergi ke surau. Di sana mereka belajar tentang agama, silat dan lainnya sehingga hubungan kekerabatan mereka di surau itu kuat.
Selain itu, sistem matriakat di Minangkabau membuat laki-laki harus merantau ke daerah lain dan mereka harus bertahan hidup di sana.
"Ini yang membuat mereka bertahan hidup dengan berdagang dan menjadi semakin kuat sehingga memunculkan dunia usaha yang baik," ucapnya.