Mamuri mengatakan, gerhana matahari cincin akan melewati derah-daerah yaitu Padang, Simpang Ampek, Lubuk Sikaping, Lubuk Basung, Bukittinggi, Parit Malintang, Pariaman, Padang Panjang, Painan.
“Kemudian Payakumbuh, Arosuka, Solok, Batu Sangkar, dan Sarilamak. Selanjutnya, Sawahlunto, Muaro Sinjunjung, Padang Aro, dan Sungai Dareh," katanya.
Dia mengimbau agar masyarakat tidak melihat matahari secara langsung pada saat terjadinya gerhana matahari. Masyarakat di sarankan agar menggunakan kaca mata yang memiliki filter khusus.
BMKG memperkirakan terjadi enam kali gerhana pada 2020 ini yaitu gerhana bulan penumbra (GBP) pada 11 Januari 2020 yang dapat diamati di Indonesia, GBP pada 6 Juni 2020, gerhana matahari cincin (GMC) 21 Juni 2020 yang dapat diamati di Indonesia berupa gerhana matahari sebagian, kecuali di sebagian besar Jawa dan sebagian kecil Sumatera bagian Selatan.
Selanjutnya, GBP pada 5 Juli 2020 yang tidak dapat diamati di Indonesia, GBP 20 November 2020 yang dapat diamati di wilayah Indonesia bagian barat menjelang gerhana berakhir, dan gerhana matahari total (GMT) yang akan terjadi pada 14 Desember 2020 yang tidak dapat diamati di Indonesia.