Gunung Marapi Masih Fluktuatif Pascaerupsi, Status Tetap Level II Waspada

Rus Akbar
Aktivitas kawah Gunung Marapi di Sumatera Barat saat meletus, Rabu (27/8/2025). (Foto: PVMBG)

Energi seismik RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) juga menunjukkan fluktuasi di sekitar nilai dasar. Sementara itu, gas SO₂ hanya terdeteksi sekali pada 12 Agustus 2025 dengan fluks 90 ton/hari, yang masih tergolong rendah.

Meski aktivitas visual dan kegempaan sempat menurun, Badan Geologi menegaskan potensi letusan Gunung Marapi tetap ada. Indikasinya terlihat dari adanya pasokan fluida atau magma dari kedalaman.

“Jika tidak terjadi peningkatan drastis, letusan yang muncul diperkirakan masih bersifat lokal dengan radius bahaya sejauh 3 km dari Kawah Verbeek,” ujar Wafid.

Badan Geologi mengingatkan masyarakat, pendaki dan wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Selain itu, warga juga diimbau waspada terhadap bahaya lanjutan seperti hujan abu, gas beracun, serta banjir lahar, terutama di musim hujan.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gunung Marapi Meletus Pagi Ini, Kolom Abu Capai Setinggi 800 Meter

57 tahun lalu

Gunung Marapi Meletus, Kolom Abu Capai 1.600 Meter di Langit Agam

57 tahun lalu

Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Mengintai, Ini Langkah Pemkab Agam

57 tahun lalu

Gunung Marapi Meletus 13 Kali sejak 25 Juli, Warga Diimbau Waspada

57 tahun lalu

Gunung Marapi Meletus Pagi Ini, Muntahkan Kolom Abu ke Langit Setinggi 400 Meter

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal