Tangan dingin itulah yang kemudian menarik Irwan Prayitno untuk menjadikannya sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur 2015-2021. Berturut-turut kabupaten tertinggal di Sumbar berhasil dientaskan dari ketertinggalan. Hanya tinggal Kabupaten Mentawai yang masih belum keluar dari status itu.
Tetapi Nasrul Abit telah menunaikan tugasnya dengan meletakkan pondasi pembangunan tidak hanya dengan menggunakan APBD provinsi tetapi juga menggaet dana dari pusat. Mentawai tinggal menunggu waktu untuk keluar dari status ketertinggalan itu.
Begitu banyak keistimewaan Nasrul Abit yang masih akan terus diingat oleh sejawat sejawat anak kemenakan, warga Pesisir Selatan dan rakyat Sumbar.
Sosoknya yang terkenal kebapakan namun tetap tegas tidak pernah menghindari permasalahan yang datang. Berulang kali yang maju untuk menenangkan masyarakat yang menggelar aksi demonstrasi ke kantor gubernur Sumbar hingga menghasilkan solusi yang bisa diterima semua pihak.
Nasrul Abit menerima semua dengan tangan terbuka, dengan jiwa yang mengayomi. Aksi demonstrasi itu berakhir dengan diskusi dan foto bersama dengan wajah-wajah yang tak lagi menunjukkan ketidakpuasan.
Di kalangan wartawan Nasrul Abit juga terkenal sangat dekat. Dalam waktu senggangnya dia meminta ajudannya untuk mengundang wartawan ke ruangannya sekadar untuk berdiskusi tentang perkembangan daerah.
Sesekali diskusi itu berakhir di pinggir pantai di kedai makan sederhana yang menawarkan menu ikan pukek (pukat). Nasrul Abit juga dikenal pecinta kuliner laut.