Dulu Dibanjiri Wisatawan, Kota Seks Kini Hancur akibat Covid-19

Umaya Khusniah
Cap d"Agde, kota maksiat di pesisir pantai Prancis. (FOTO: ISTIMEWA/INSTAGRAM)

Cap d'Agde memiliki grais pantai sepanjang 2 kilometer. Banyak fasilitas wisata di kawasan ini mulai dari toko pakaian, sauna, tempat nongkrong, hingga kelab malam dewasa.  

Cap d'Agde sudah ada sejak 1958. Awalnya hanya sebagai kawasan kemah bagi kaum nudis (kaum telanjang). Tapi pada pada 1970-an, mereka mengubahnya menjadi kota telanjang.  

Untuk dapat masuk kawasan ini, wisatawan harus merogoh kocek sebesar enam euro atau sekitar Rp102.000. Biasanya, dalam sehari, sekitar 50.000 wisatawan berkunjung ke Cap d'Agde. 

Wisatawan yang kedapatan berpakaian pada siang hari di Cap d'Agde akan didenda 15.000 Euro atau Rp256 juta. Namun pada malam hari, wisatawan bolehn berpakaian karena cuaca yang dingin.  

Aturan wajib telanjang pada siang hari itu kini mulai dilonggarkan untuk menarik lebih banyak wisatawan. Namun lantaran kebijakan itu, kaum nudis di Cap d'Agde mengaku merasa risih karena wisatawan melihat mereka telanjang dengan tatapan aneh. 

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kasus Covid-19 di Jabar Kembali Naik, 87 Orang Positif Terpapar

57 tahun lalu

Covid-19 Meningkat, Sandiaga Uno Imbau Masyarakat Pakai Masker saat Liburan Nataru

57 tahun lalu

22 Pasien Covid-19 Masih Diisolasi di RSUD dr Slamet Garut

57 tahun lalu

1 Lagi Warga Garut Meninggal akibat Covid-19, Korban asal Kadungora

57 tahun lalu

Masih 35 Persen, Pemkot Palangka Raya Genjot Vaksinasi Covid-19 Dosis Penguat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal