Setelah berbincang diketahui mereka berasal dari Indragiri Hilir, Riau dan hendak menuju Sumatra Selatan (Sumsel). Namun di pertengahan jalan, sang istri meminta suaminya berhenti karena merasa sudah akan melahirkan.
"Proses kelahiran cukup dramatis, karena saat memotong tali pusat bayi warga menggunakan senjata tajam jenis pisau," ujar Arja'i.
Selanjutnya ibu dan bayi perempuan baru lahir dibawa ke pos penimbangan kelapa sawit.
"Alhamdulillah kondisi ibu dan bayinya dalam keadaan sehat walafiat. Saat ini masih berada di rumah warga untuk istirahat," ucapnya.
Menurutnya dalam perjalanan ini, satu keluarga tersebut hanya membawa uang sebesar Rp300.000 untuk bensin.
"Uangnya hanya untuk bekal perjalanan dan uang makan saja," katanya.