Curhat Korban Banjir Agam Tinggal di Pengungsian, Inginkan Relokasi hingga Rumah Sementara

Tim iNews
Suasana pengungsi korban banjir di Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam, Sumbar. (Foto: Ist)

"Alhamdulillah, kelimanya selamat. Saya baru ketemu anak saya pukul 22:00 WIB di posko," ucapnya.

Setelah air surut, warga menunggu bantuan datang. Keluarga dari Pasaman kemudian tiba dan membantu mereka berjalan keluar melalui lumpur hingga mencapai jembatan dan lokasi aman lainnya.

Neng baru menengok rumahnya pada Rabu (3/12) atau enam hari setelah kejadian. Sebagian rumahnya sudah tertimbun lumpur, termasuk dua mobil yang terparkir di dalamnya.

"Hati saya hancur. Rumah sudah tertimbun lumpur. Tidak ada lagi yang bisa diselamatkan," katanya.

Di posko, dia sudah tinggal selama satu minggu. Rasa trauma masih membekas. Suaminya yang bekerja di pabrik sawit mendapat izin khusus untuk mengurus keluarga setelah rumah mereka dinyatakan rusak total.

Neng mengaku sudah tidak bisa lagi tinggal di rumahnya saat ini walaupun nantinya bisa diperbaiki karena masih trauma.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Wapres Gibran Temui Warga Agam, Pesan ke Bupati agar Pengungsi Makan 3 Kali Sehari

57 tahun lalu

Wapres Gibran Terabas Jalur Berlumpur Pakai Motor demi Temui Korban Bencana di Agam

57 tahun lalu

Menhut Tinjau Langsung Proses Evakuasi Korban Banjir-Longsor di Agam Sumbar

57 tahun lalu

Bupati Agam Sebut 300 Orang Hanyut dan Tertimbun saat Banjir-Longsor di Salareh Aia

57 tahun lalu

Update Banjir Bandang Agam: 74 Warga Tewas, Evakuasi Terhambat Lumpur Hampir 1 Meter

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal