Namun, dia tak sanggup membeli kursi roda karena keterbatasan ekonomi. Terlebih, harga kursi roda mencapai jutaan rupiah.
"Sehari-harinya saya hanya memanfaatkan sebuah kursi plastik jika sekadar ingin melihat-lihat lokasi di luar rumah, untuk bisa mendudukinya saya mesti dipapah terlebih dahulu," kata dia sambil berkaca-kaca.
Nurhayati mengaku kasihan terhadap anak-anaknya. Mereka harus memapah dan mengurus dirinya ketika ingin keluar rumah.
"Saya sebenarnya kasihan sama anak-anak yang saban hari mesti memapah saya," kata dia.
Dengan adanya bantuan kursi roda, dia mengaku gembira. Dia ingin berkeliling kampung menggunakannya ditemani anak dan cucu.
"Mudah-mudahan rezeki pak bupati dan istri dimudahkan oleh Allah, terima kasih atas bantuannya pak," katanya.