Jasman menekankan protokol kesehatan tidak hanya diterapkan secara umum, juga berlaku di seluruh venue yang menjadi lokasi perlombaan. Termasuk di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), hotel, lokasi pembukaan maupun kendaraan angkutan. Menindaklanjuti hal ini, pihaknya telah mempersiapkan aturan/ketentuan yang ketat sesuai protokol kesehatan dan diawasi langsung oleh kepolisian, Satpol PP serta TNI.
Sedangkan untuk mencegah terjadinya kerumunan saat kegiatan MTQ di masing-masing venue, panitia telah mengatur waktu dan cara supaya khafilah tetap mengikuti protokol kesehatan. “Waktu dan teknis lomba akan diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi penumpukan di masing-masing venue.
Jasman berharap perhelatan MTQN 2020 tidak menjadi cluster baru penyebaran Covid-19.
“Jika semua patuh menerapkan prokes, Insya Allah tak terjadi penularan virus selama kegiatan berlangsung. Seluruh peserta pun tak akan risau untuk balik kembali ke daerah masing-masing. Kita ingin Sumbar jadi tuan rumah yang baik dan sukses dari seluruh segi, termasuk dalam menjaga kontingen terhadap penularan Covid-19,” katanya.
MTQN di Sumbar ini akan digelar mulai 12-21 November. Pelaksanaan tahun ini berbeda dari biasanya, di mana event berlangsung di tengah pandemi Covid-19.