Kandungan paket ini disesuaikan dengan kebutuhan riil para penyintas di posko maupun rumah yang masih terdampak lumpur. Selain sembako, Panitia Natal Nasional 2025 juga menyalurkan bantuan sandang dalam jumlah besar.
Di antaranya 1 koli pakaian dalam pria dan wanita untuk anak, remaja, dan dewasa, kaos dewasa pria dan wanita, baju anak-anak dan balita, serta celana pendek untuk berbagai kelompok usia. Turut dibagikan pula 1 koli selimut, kain sarung, 1 koli daster, 1 koli seragam sekolah (SD, SMP, SMA), dan mukena.
Tidak hanya kebutuhan pangan dan sandang, bantuan kebersihan dan peralatan rumah tangga juga didistribusikan. Warga menerima ember besar dan sedang, karton alat tulis, minyak kayu putih, sikat pembersih, diapers anak dan dewasa serta sapu Nagoya juga sapu lidi. Kombinasi bantuan ini diharapkan mendukung pemulihan aktivitas domestik warga yang rumahnya terdampak banjir dan longsor.
Rangkaian bantuan Panitia Natal Nasional 2025 tersebut disusun berdasarkan pemetaan kebutuhan mendesak di lapangan. Keluarga yang masih bertahan di posko pengungsian maupun yang menempati rumah penuh lumpur menjadi prioritas distribusi. Penyaluran dilakukan berkoordinasi dengan unsur setempat agar bantuan tepat sasaran.
Sebelumnya, Ketua Panitia Natal Nasional 2025 Maruarar Sirait menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari kerja bersama untuk membantu warga Sumbar bangkit. Dia menekankan bantuan tidak berhenti pada simbolis seremonial, tetapi akan terus berlanjut sesuai kebutuhan di daerah bencana. Pemantauan lapangan terus dilakukan agar dukungan dapat diberikan secara berkesinambungan.