Akibat Pembukaan Lahan, Sumbar Diprediksi Alami Krisis Air Bersih

Antara
Ilustrasi air bersih (Foto: Okezone).

PADANG, iNews.id - Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dinilai berpotensi mengalami krisis air bersih, bila mengacu pada peta daya dukung air bersih 2017. Kondisi ini bisa terjadi jika kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) tidak dikelola dengan baik.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumbar, Uslaini mengatakan, selama ini yang menjadi ancaman kawasan DAS yakni pembukaan lahan secara ilegal untuk perkebunan sawit atau gambir.

"Jika hutan dikonversi lagi menjadi lahan tambang atau area perkebunan, daerah resapan air akan semakin berkurang," kata Uslaini dalam diskusi di Kota Padang, Sumbar, Kamis (29/11/2018).

Menurut dia, mengacu pada peta daya dukung air bersih 2017, hanya 11 persen saja wilayah Sumbar yang memiliki kategori baik untuk tingkat ketersediaan air bersih, dan selebihnya sedang dan rendah.

Sementara itu, Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai dan Lingkungan Hidup Agam Kuantan mengklaim, sebanyak 16 DAS sudah dipulihkan kembali. Di mana sebelumnya kondisi di sana tergolong kritis.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kekeringan di Banjarnegara Meluas, 1.600 Warga Berebut Bantuan Air Bersih

57 tahun lalu

Bogor dan Bekasi Dilanda Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Air Bersih

57 tahun lalu

Kekeringan Landa 4 Kabupaten di Jateng, Ribuan Warga Krisis Air Bersih

57 tahun lalu

Kekeringan Mulai Landa Cilacap Jateng, 2 Desa Krisis Air Bersih

57 tahun lalu

Kekeringan di Bondowoso, Polisi Distribusikan Bantuan Air Bersih ke Warga Bersama BPBD

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal