Nasrul mengatakan, rencananya jenazah dimakamkan di Makam Pahlawan Pesisir Selatan. Namun, pemerintah masih menunggu persetujuan dari keluarga mengenai hal itu.
Sementara itu, menurut Kepala Biro Humas Sekretariat Provinsi Sumbar Jasman, jumlah perantau Sumbar yang meninggal dalam kerusuhan di Wamena sudah bertambah menjadi 10 orang. Menurut informasi, perantau Minang yang meninggal dunia berasal dari Kecamatan Bayang Utara, Pesisir Selatan.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya mengatakan, korban jiwa dalam demonstrasi berujung rusuh di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, bertambah. Dari sebelumnya sejumlah 23 korban, kini mencapai 26 orang. Sementara kericuhan di Jayapura menelan empat korban jiwa, terdiri atas satu prajurit TNI dan tiga perusuh. Total korban tewas di dua lokasi mencapai 30 orang.
Jumlah korban tewas ini berdasarkan laporan pada Selasa (24/9/2019) pukul 12.00 WIB. Sementara korban luka akibat kerusuhan demo di Wamena pada Senin (23/9/2019) sebanyak 66 orang.
“Ada sebanyak 26 orang meninggal dunia, terdiri atas 22 warga pendatang dan empat warga asli Papua,” ujar Tito, saat konferensi pers di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (24/9/2019).