Joben memperkirakan mungkin tahun 2022 akan diberangkatkan tapi itu kalau pandemi Covid-19 sudah berakhir. Dengan ditundanya pemberangkatan ke Arab Saudi sejak 2020 sampai 2021 akibatnya semua jemaah bergeser dua tahun lebih.
“Akibat dibatalkan untuk keberangkatan ke tanah suci, calhaj tidak ada hal yang perlu diurus kembali oleh jemaah. Semua sudah otomatis diatur dalam aplikasi Siskohatkes Haji. Setiap jemaah membayar sekitar Rp33 juta. Jemaah yang berangkat ini sudah bayar setoran awal, pelunasan juga sudah dibayar, jadi sudah 100 persen mereka melunasi pembayaran,” ujarnya.
Diketahui, pemerintah memutuskan pelaksanaan haji 2021 atau 1442 Hijriah dibatalkan. Hal itu disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (3/6/2021).
Menag menyebut keputusan tersebut diambil setelah melalui diskusi panjang dengan berbagai pihak. Kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021.