Kegiatan yang dilakukan di pelabuhan perikanan Nusantara Bastiong, Ternate itu dihadiri oleh pihak-pihak penting seperti Wakil Gubernur Maluku Utara, Ketua Apindo (asosiasi pengusaha Indonesia), Kepala SKIPM Ternate, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai dan Kepala PPN Ternate.
Kemudian urutan ketiga Provinsi Maluku yang tercatat sebagai produsen tuna terbesar di Tanah Air. Sepanjang tahun 2021, jumlah tuna yang dihasilkan Maluku mencapai angka 51.256 ton.
Sama seperti provinsi lainnya, Maluku turut mengirim tuna ke negara lain atau ekspor. Pengiriman tuna dilakukan melalui Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon dengan nilai devisa hingga USD219.016,16.
Meskipun produksi tunanya melimpah, namun masih ada wilayah di Maluku yang belum memanfaatkan potensi tuna secara maksimal. KKP menyebut, wilayah itu adalah Morotai dan daerah di sekitarnya seperti Laut Halmahera Tengah, Halmahera Utara, dan Halmahera Timur. Padahal, potensi tuna di wilayah tersebut akan sangat menjanjikan apabila mendapat dukungan maksimal.
Bicara tentang tuna, Indonesia dikenal sebagai negara penghasil ikan tuna terbesar di dunia. Pada tahun 2021, produksi tuna dalam negeri mencapai 359.143 ton dengan nilai ekspor USD325,4 juta.