Warga Malaysia Kibarkan Bendera Hitam, Pemerintah Dinilai Gagal Tangani Covid-19

Anton Suhartono
Warga Malaysia mengibarkan bendera hitam sebagai bentuk protes terhadap pemerintah terkait penanganan pandemi Covid-19 (Foto: Twitter)

Kampanye bendera hitam juga mendesak Perdana Menteri Muhyiddin Yassin untuk mengundurkan diri, mendorong digelarnya sidang parlemen, serta menyerukan diakhirinya keadaan darurat.

Keadaan darurat diberlakukan Muhyiddin setelah mendapat lampu hijau dari Raja Malaysia, Sultan Abdullah, karena kondisi wabah virus corona di Malaysia semakin mengkhawatirkan.

Malaysia mengalami krisis ekonomi setelah keadaan darurat diberlakukan, dampak dari pembatasan yang sangat ketat.

Sebagian besar negara bagian di Malaysia menerapkan lockdown total sampai batas waktu yang bisa diperpanjang.

Pemerintah menerapkan lockdown total sejak 1 Juni dan sejak itu sudah diperpanjang dua kali. Muhyiddin mengatakan lockdown tak akan dicabut selama penambahan kasus infeksi harian Covid masih di atas 4.000 orang.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid

57 tahun lalu

10 Warga Jabar Terpapar Virus Super Flu, Terdeteksi sejak Agustus

57 tahun lalu

Tanggapi Bendera Putih soal Lambannya Bantuan, Gubernur Aceh: Kita Harus Bersabar

57 tahun lalu

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Jelaskan Makna Warga Ramai Kibarkan Bendera Putih

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Makna Bendera Putih Marak Berkibar usai Bencana di Aceh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal