Viral Dugaan Bullying PPDS Anestesi Unsrat, Polisi Selidiki Kematian Dokter Adrian

iNews TV
Polresta Manado menyelidiki kasus dugaan bullying hingga mengakibatkan tewasnya dokter PPDS Unsrat. (Foto: iNews)

MANADO, iNews.id – Polresta Manado melakukan investigasi terkait kasus dugaan perundungan (bullying) yang menimpa Dokter Adrian Rantung, seorang dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Kasus ini sebelumnya sempat menghebohkan publik dan viral di media sosial. 

Investigasi tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Elwin Kristanto. Tim penyidik telah mendatangi Rumah Sakit (RS)UP Prof dr R.D. Kandou Manado untuk menelusuri jejak penanganan korban.

"Kami sudah mendatangi rumah sakit dan memeriksa dokumen terkait pemulasaraan jenazah Dokter Adrian," ujar Kompol Elwin Kristanto, saat memberikan keterangan, Kamis (23/7). 

Selain memeriksa kelengkapan dokumen medis, pihak kepolisian juga menggali keterangan dari sejumlah saksi di rumah sakit. Petugas yang berjaga saat jenazah korban pertama kali tiba di RSUP Kandou tak luput dari pemeriksaan.

Langkah ini diambil guna mengumpulkan bukti-bukti awal serta mencocokkan linimasa peristiwa sebelum korban dinyatakan meninggal dunia. Polisi menegaskan, investigasi intensif ini merupakan respons atas keresahan masyarakat setelah isu perundungan mencuat tajam di jagat maya.

Keluarga Belum Buat Laporan Resmi

Meski isu perundungan berkembang liar di media sosial sebagai pemicu depresi, polisi menegaskan belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. Hingga saat ini, pihak keluarga Dokter Adrian belum melayangkan laporan resmi ke kepolisian.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Buntut Kematian dr Adrian, Kemenkes Ambil Tindakan Tegas Setop PPDS Anestesi Unsrat

57 tahun lalu

Dokter PPDS Anestesi Unsrat Ditemukan Tewas Tidak Wajar, Diduga Korban Perundungan

57 tahun lalu

Viral Siswa SMP di Semarang Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Polisi Turun Tangan

57 tahun lalu

Miris! Siswi SD di Gowa Dikeroyok 5 Teman Sekolah gegara Rebutan Pacar

57 tahun lalu

Pilu! Bocah di Samarinda Jadi Korban Bullying, Dibanting lalu Ditindih hingga Kaki Patah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal