"Sehingga tujuan pelaksanaan latihan penanggulangan bencana alam ini benar-benar dapat terwujud sesuai harapan," ujarnya.
Danrem menjelaskan kegiatan latihan ini merupakan program dari Korem 131/Santiago khususnya dalam rangka penanggulangan bencana alam.
Untuk materi latihan bencana alam ini disesuaikan kondisi kultur wilayah, di Kota Tomohon dimana sering ada dampak aktivitas Gunung Lokon yang masih aktif sampai saat ini.
Pada kesempatan itu, Danrem menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait serta masyarakat yang turut berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan latihan penanggulangan bencana alam di wilayah Kota Tomohon.
"Dalam latihan ini kita melibatkan antara lain, dari BPBD, dinas kesehatan, Tagana, Basarnas, Kepolisian dan TNI, agar terjadi sinkronisasi yang baik di lapangan. Sehingga dengan adanya latihan, manakala terjadi bencana alam yang sesungguhnya mereka sudah mengerti akan tugasnya," katanya.
Latihan penanggulangan bencana alam tersebut dilaksanakan selama lima hari mulai tanggal 14 hingga 18 November 2022 ini dipusatkan di Kota Tomohon.