Tari Maengket Suku Minahasa, Tarian Ungkapan Syukur Penuh Nilai Filosofi

Donald Karouw
Tari Maengket Suku Minahasa. (Foto : Pariwisata Indonesia)

Kegiatan dimaksud berkaitan upacara dengan tujuan menerangi, membuka jalan dan mempersatukan masyarakat pendukungnya. Hal ini dilakukan dalam situasi kegiatan panen padi (maowey/makamberu), selamatan rumah baru (marambak) dan pergaulan muda mudi (lalaya’an).

Tari Maengket biasanya ditampilkan 20 sampai 30 orang yang terdiri atas laki-laki dan perempuan  yang dibentuk berpasangan. Lalu satu orang perempuan bertindak sebagai pemandu.

Biasanya pakaian yang dikenakan berwarna cerah seperti merah, merah jambu, biru, kuning, hijau dan putih. Para penari prianya akan memakai ikat kepala berwarna merah. Tarian ini begitu dinamis, energik dan relatif lebih bebas dari aturan.

Maengket terdiri atas 3 babak yaitu Maowey Kamberu, Marambak dan Lalayaan :

1. Maengket Makamberu

Maowey Kamberu yakni suatu tarian yang dibawakan pada acara pengucapan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas hasil pertanian, terutama tanaman padi yang berlipat ganda.

Tarian maengket maowey kamberu atau owey kamberu merupakan gambaran dari keluhan akan rasa lelah menanam padi yang kemudian menghasilkan kesenangan saat menuai padi.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Bumi Hari Ini Magnitudo 5,0 Guncang Melonguane Sulut

57 tahun lalu

Daftar Wilayah yang Rasakan Gempa Bitung Magnitudo 5,8, Manado sampai Ternate

57 tahun lalu

Air Bersih dan Sampah Ancam Wisata KLU, Legislator Perindo Desak Pembenahan Tiga Gili

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 3,9 Guncang Ratahan Minahasa Tenggara

57 tahun lalu

Gempa Bumi Besar Guncang Melonguane Sulut, Berkekuatan Magnitudo 6,1

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal