Lalu ke Mesir sebanyak 154 ton dengan nilai 574.452 dolar AS, Norwegia 69 ton dengan nilai 263.840 dolar AS dan ke Swiss 69,5 ton nilai devisa sebesar 285.162 dolar AS.
Permintaan ikan kaleng yang tinggi ini diharapkan dapat selalu dipenuhi pabrik ikan di Sulut, khususnya yang ada di Kota Bitung.
"Pemerintah akan terus melakukan pengawasan dan membantu mencari pasar baru bagi produk unggulan Sulut," katanya.
Diketahui, selama ini produk ekspor khususnya sektor perikanan asal Sulut banyak diminati negara-negara di Asia, Eropa, Amerika bahkan Afrika.