Ajang tersebut merupakan bagian dari rangkaian Festival PAI SMA dan SMK Tahun 2022.
Babak penyisihan dilakukan secara daring, dengan mekanisme Sistem Debat Parlemen Asia (Asian Parliamentary Debate System).
Penanggung jawab pelaksanaan Festival PAI SMA dan SMK Tahun 2022 Abdullah Faqih mengatakan, bahwa lomba itu merupakan salah satu sarana penanaman nilai-nilai moderasi beragama dengan pendekatan yang berpusat pada siswa atau student centre.
"Penanaman nilai-nilai moderasi beragama jangan sampai bersifat doktrinal semata. Peserta didik perlu diajak berpikir kritis untuk menemukan sendiri apa itu sikap moderat. Hal inilah salah satu yang ingin dicapai melalui media kompetisi debat," katanya.
Sejumlah isu yang menjadi tema debat adalah penerapan tata tertib wajib berjilbab di sekolah, kontroversi ucapan selamat pada perayaan hari besar agama lain, praktik perdukunan dan supranatural di masyarakat.
Tema lainnya adalah pemisahan tempat belajar bagi peserta didik putra dan putri di kelas, keberadaan anak narapidana terorisme di sekolah, serta pemberlakuan jam malam bagi perempuan.