"Kita harus lihat dimana frekuensi yang orang paling banyak menggunakan uang elektronik, masyarakat paling banyak berada, misalnya di pusat-pusat perbelanjaan. Pasti kalau pusat-pusat perbelanjaan itu dipaksa duluan, pasti semuanya akan mau, karena semua orang pasti akan ke sana, tidak semua orang ke bandara," jelasnya.
Minggus berharap sosialisasi uang elektronik dilakukan kembali sehingga bisa digunakan untuk keperluan transaksi di pusat-pusat perbelanjaan dan juga di bandara. Jadi bukan hanya sekedar launching saja tapi tidak dievaluasi apakah dimanfaatkan atau tidak.
"Saya dengan senang hati kalau diterapkan pembayaran menggunakan uang elektronik di bandara, supaya tidak perlu ada orang yang pick up service untuk ambil uang, lebih efisien dan mencegah penyebaran Covid-19. Visi saya menjadikan Bandara Sam Ratulangi sebagai smart airport salah satunya itu, menggunakan transaksi non tunai," ujarnya.