"PVMBG Badan Geologi nantinya memberikan keputusan apakah status Gunung Karangetang diturunkan ke level II waspada setelah hari raya Idul Fitri," ujar Yudia.
PVMBG, menurut dia, terus berharap warga yang bermukim di sekitar Gunung Karangetang tetap waspada, apalagi hingga saat ini statusnya belum diturunkan ke waspada, karena potensi terjadi peningkatan aktivitas masih memungkinkan.
"Mudah-mudahan aktivitasnya terus menurun, kami tetap mengharapkan masyarakat jangan dulu naik ke tubuh gunung api agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Gunung Karangetang erupsi efusif pada 8 Februari 2023, setelah mengalami peningkatan aktivitas vulkanik, PVMBG kemudian menaikkan statusnya dari waspada ke siaga level III.
Dampak dari aktivitas tersebut, warga di beberapa desa/kelurahan sempat diungsikan, karena khawatir terjadi awan panas guguran sewaktu-waktu.