Untuk hasil perikanan, pada ekspor kali ini ada ikan Tuna dari pesisir Tahuna yang mulai ikut partisipasi dalam flight dengan berat kotor 480 kg.
”Saya dapat kabar produk ikan tuna dari Sangihe sudah ikut masuk dalam penerbangan ketiga. Nah ini menggembirakan sekali. Artinya makin terbuka peluang menambah volume ekspor produk perikanan kita,” ujar Gubernur Olly Dondokambey yang menyandang status cuti sebagai peserta Pilkada 2020, Rabu (7/10/2020).
Selain komoditas dari Sulawesi Utara, ada juga barang-barang dari Ambon seberat 3 ton, dan barang-barang dari Makassar, Sulawesi Selatan seberat 800 kg.”Tak hanya produk dari Sulut bahkan daerah lain di Indonesia Timur juga kita fasilitasi. Artinya kita benar-benar sudah bisa buktikan Sulut menjadi hub di Indonesia Timur," kata Olly Dondokambey.
Sementara itu, Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulut, Tineke Adam, mengatakan sudah tiga kali barang-barang hasil pertanian dan perikanan Sulawesi Utara dan daerah lainnya di kawasan Indonesia Timur diekspor ke Jepang.
”Ini yang ketiga kali sejak diluncurkan oleh Pak Gubernur. Kami terus menggalakkan para nelayan dan petani untuk memanfaatkan jalur ekspor ini,” ujar Tineke Adam.