Sementara selama periode Maret 2019-Maret 2020, garis kemiskinan naik sebesar 5,36 persen, yaitu dari Rp371.283 per kapita per bulan pada Maret 2019, menjadi Rp391.197 pada Maret 2020.
Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri atas Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM), peranan komoditas makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan.
"Besarnya sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2020 sebesar 76,95 persen," katanya.
Dia menambahkan, pada Maret 2020, tiga jenis komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada Garis Kemiskinan baik di perkotaan maupun perdesaan, yakni beras dengan sumbangan sebesar 20,82 persen di perkotaan dan 24,31 persen di perdesaan.
Kemudian, rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap Garis Kemiskinan, masing-masing 13,59 persen di perkotaan dan 13,19 persen di perdesaan. Selanjutnya tongkol, tuna, cakalang berkontribusi 5,64 persen di perkotaan dan 6,28 persen di perdesaan.
"Komoditas bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar baik pada Garis Kemiskinan perkotaan dan perdesaan adalah perumahan," ujarnya.