"Pada bencana sebelumnya, seluruh rumah yang mengalami kerusakan langsung kami lakukan perbaikan, bahkan ada yang dibangun baru," katanya.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Minahasa Tenggara Novie Legi mengungkapkan estimasi kerugian dampak banjir dan tanah longsor di daerah tersebut mencapai Rp120 juta.
Dia mengungkapkan 14 rumah mengalami rusak berat dan ringan yang tersebar di lima desa, yakni Buku Selatan, Belang, Buku Utara, Buku Tengah, dan Ponosakan Indah.
"Rumah-rumah tersebut sebagian besar milik sendiri dan hanya dua rumah yang milik orang lain,” ujarnya.
Pihaknya segera melakukan pengusulan anggaran untuk melakukan perbaikan sejumlah rumah yang rusak tersebut.