"Kehadiran KM Sabuk Nusantara 69 hanya untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Sabuk Nusantara 109 selama menjalani perawatan. Semoga dengan kembalinya Sanus 109, aktivitas masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe dan sekitar kembali berjalan seperti biasa," tambah Opik.
Sebagai operator kapal perintis yang ditugaskan oleh pemerintah, PT Pelni memiliki tanggung jawab untuk memenuhi standar pelayaran yang meliputi kehandalan armada dan kru kapal. Seluruh armada Pelni, baik kapal penumpang maupun kapal perintis selalu mendapatkan pengecekan rutin untuk memastikan setiap kapal laik laut.
KM Sabuk Nusantara 109 sendiri melayari masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Talaud dengan rute Tahuna - Mangaran - Lirung - Melonguane - Dapalan - Kakorotan - Karatung - Marampit - Miangas - Marampit - Karatung - Kakorotan - Essang - Beo - Melonguane. Tahuna. Intensitas KM Sanus 109 melewati pelabuhan yang sama per tiga hingga empat hari.
Pelni kata dia, sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada bidang transportasi laut, saat ini mengoperasikan 26 kapal penumpang dan menyinggahi 76 pelabuhan serta melayani 1.058 ruas.
Selain angkutan penumpang, Pelni juga melayani 44 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan (3TP) di mana kapal perintis menyinggahi 281 pelabuhan dengan total 3.695 ruas.
Pelni juga mengoperasikan sebanyak 16 kapal rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini Pelni mengoperasikan 10 trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk angkutan ternak.