Direktur Japesda Nurain Lapolo mengatakan membersihkan pantai dan laut dari sampah plastik yang mengancam kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama.
“Kami sudah banyak melakukan kegiatan, termasuk kampanye tentang bahaya plastik ini. Perlu kolaborasi yang lebih besar dan lebih luas lagi agar laut benar-benar tidak lagi menjadi tempat sampah raksasa,” katanya.
Japesda mengajak warga dan wisatawan di daerah wisata hiu paus Botubarani tidak mengotori pantai dan laut dengan sampah plastik.
“Jangan menyuapi hiu paus atau biota-biota laut lainnya dengan sampah plastik kita," kata Nurain.
Ia mengutip data yang menunjukkan bahwa Indonesia yang populasi kawasan pesisirnya sekitar 187,2 juta jiwa setiap tahun menghasilkan 3,22 juta ton sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik dan sekitar 0,48 juta ton sampai 1,29 juta ton dari sampah plastik tersebut diduga mencemari lautan.
"Banyak penelitian atau temuan yang menyebut bahwa laut kita dewasa ini telah menjadi tempat sampah raksasa," ujarnya.