Sambungan listrik dan telepon sebagian besar terputus dan daerah pesisir Bangladesh pun menjadi gelap gulita. Sebagian besar korban tewas tertimpa pohon tumbang.
Tidak ada kerusakan besar yang dilaporkan di kamp-kamp pengungsi di Bangladesh tenggara, tempat lebih dari 1 juta pengungsi etnik Rohingya dari negara tetangga Myanmar tinggal di tempat penampungan yang rawan bencana.
Para pejabat menyarankan kepada hampir 32.000 pengungsi Rohingya untuk tetap tinggal di dalam rumah. Mereka sebelumnya pindah dari kamp pengungsian ke pulau rawan banjir di Teluk Benggala.
“Kami merasakan kekuatan angin kencang, tetapi alhamdulillah selamat,” kata salah satu pengungsi Rohingya, Mohammed Arman, kepada Reuters melalui telepon.
Hujan deras turun di jalan-jalan ibu kota, Dhaka, menyebabkan beberapa banjir dan gangguan bagi para komuter. Topan itu juga memengaruhi Negara Bagian Benggala Barat di India.
Asia Selatan telah mengalami peningkatan cuaca ekstrem dalam beberapa tahun terakhir yang menyebabkan kerusakan skala besar. Para pemerhati lingkungan memperingatkan bahwa perubahan iklim dapat menyebabkan lebih banyak bencana, terutama di tempat-tempat seperti Bangladesh yang berpenduduk padat.