“Sasaran lainnya adalah masyarakat yang belum memahami tentang over dimension and over loading (odol) pada kendaraan angkutan barang yang sangat berpotensi terjadinya kecelakaan lalu lintas berakibat fatal serta sangat merugikan negara atas kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan,” kata Irjen Pol Mulyatno.
Sedangkan prioritas operasi, sambung Irjen Pol Mulyatno, yaitu kegiatan yang mampu menimbulkan rasa simpatik masyarakat kepada Polri khususnya polisi lalu lintas.
“Prioritas dimaksud dilakukan dalam berbagai kegiatan. Di antaranya, deteksi dini serta pemetaan terhadap lokasi dan kegiatan yang dapat menimbulkan kemacetan, pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas, sosialisasi kepada masyarakat tentang tertib berlalu lintas, juga melakukan tindakan penegakan hukum dengan tilang elektronik (e-TLE) secara statis dan mobile, serta memberikan teguran terhadap pelanggar guna menurunkan korban fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas,” tutur Irjen Pol Mulyatno.
Irjen Pol Mulyatno juga mengajak seluruh personel yang ditugaskan dalam Operasi Patuh Samrat 2022 ini untuk terus bekerja sama secara aktif.
“Karena tujuan kita adalah sama yaitu, untuk melayani masyarakat. Jaga keselamatan kesatuan, baik keselamatan pribadi dan juga kehormatan institusi dalam pelaksanaan tugas. Mari kita wujudkan pelayanan aparat negara yang humanis dan bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme,” pinta Irjen Pol Mulyatno.
Dalam Apel Gelar Pasukan tersebut, Irjen Pol Mulyatno menyematkan pita tanda operasi secara simbolis kepada perwakilan personel TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Sat Pol PP, dan Jasa Raharja.
Turut hadir pada Apel Gelar Pasukan yakni, Wakapolda beserta para Pejabat Utama Polda Sulut, Dan Pom Dam XIII/Merdeka, Kepala Cabang Jasa Raharja Sulut, Kepala BPTD XXII Kemenhub di Sulut, Kadishub Provinsi Sulut, Kasat Pol PP Provinsi Sulut, serta Kadishub Pemkot Manado.