Karena itu menurut dia, ada upaya menarik batas garis sempadan danau minimal 50 meter dari bibir danau atau muka air tertinggi.
"Begitu ditarik (50 meter), banyak warga protes. Kita memasang patok sebagai bentuk komitmen untuk menyelamatkan danau ini," ujarnya.
Artinya dengan patok ini masyarakat tidak lagi bergerak ke dalam sehingga luasan danau tidak berkurang dan sumber air di danau tetap terpelihara.
Tujuan lainnya dari revitalisasi Danau Tondano ini adalah melindungi sumber air dari pencemaran karena aktivitas masyarakat.
"Bila hanya bicara teori garis, tanpa dipasang patok, itu tidak akan jelas. Pemasangan patok atau batas tersebut adalah bagian dari upaya menyelamatkan Danau Tondano," ujarnya.
Karena itu, dia berharap, upaya revitalisasi Danau Tondano ini mendapat dukungan penuh masyarakat sekitar yang dengan ikhlas merelakan tanahnya untuk pengerjaan proyek ini.