Mata Uang Turki Lira Anjlok 45 Persen, Warga Kurangi Makan demi Bertahan Hidup

Suparjo Ramalan
Lira Anjlok 45 Persen, Warga Kurangi Makan dan Jual Aset demi Bertahan Hidup

Mata uang menjadi sangat fluktuatif sehingga harga berubah setiap hari. Inflasi untuk produsen saja naik 50 persen. Akibatnya, warga mengurangi makan dan tidak membeli barang. 

"Saya telah mengurangi semua pengeluaran saya. Untuk membayar tagihan, semua orang makan lebih sedikit dan tidak ada yang membeli barang," kata Hakan Ayran.

Karyawan supermarket mengunggah kenaikan harga di media sosial, menunjukkan harga mulai dari margarin dan minyak zaitun hingga teh, kopi, deterjen, dan kertas toilet. Sementara sebuah toko roti di Izmir, memasang tanda yang menjelaskan harganya lebih tinggi dengan mencantumkan biaya bahan-bahan yang melonjak seperti tepung, minyak, dan wijen.

Melonjaknya mata uang asing dan jatuhnya mata uang nasional merupakan masalah bagi sektor swasta dan sebagian besar perusahaan merasa lebih menguntungkan untuk menyimpan produk di gudang daripada menjualnya karena volatilitas dan inflasi Lira. Kondisi ini meningkatkan angka kemiskinan dan kesenjangan yang semakin lebar dalam pendapatan dan kesetaraan kekayaan.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

TNI AD Kepincut Miliki Drone Buatan Turki untuk Kirim Logistik ke Daerah Terpencil

57 tahun lalu

Inflasi di Papua Stabil, Pj Gubernur Agus Fatoni Pastikan Harga dan Stok Beras Aman

57 tahun lalu

Viral Pria Turki Rela Datang ke Maluku Utara Nikahi Gadis Pujaan, Disambut Warga Sekampung

57 tahun lalu

Pemprov Sultra Sukses Turunkan Inflasi jadi 1,73 Persen di Bulan Juli

57 tahun lalu

Tarif Jalan Tol Gempol-Pandaan Naik Mulai 27 April, Ini Detail Selengkapnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal