"Peserta ali ini terbesar dalam hal personel," tutur Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa.
Selain terbesar dalam hal personel, Latma Garuda Shield ke-15 tahun 2021 ini juga terbesar dalam hal pengerahan kesenjataan. Kalau sebelum-sebelumnya materi latihan tidak melibatkan senjata bantuan yang cukup berat, kali ini ada senjata artileri medan.
"Artileri medan baik yang bersifat roket, dalam hal ini kami menggunakan ASTROS (Artillery Saturation Rocket System) kemudian dari US Army menggunakan HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System). Tetapi itu senjata artileri medan yang berbasis roket dengan jarak capai kira-kira antara 12 Km yang kita lakukan, kemampuan jarak capai lebih dari itu, tapi yang kita lakukan sekitar 12 km," ujar Kasad.
Selain itu, ada juga penggunaan senjata bantuan artileri medan yang bersifat canon atau meriam, dimana dari pihak TNI AD menggunakan KH178/105mm, dari US Army menggunakan M119. Kemudian ada juga penggunaan aviation, angkatan darat khususnya.
"Kali ini juga melibatkan apache, jadi sebelum-sebelumnya ada unsur aviation, helikopter segala macam, tapi tanpa apache, kali ini dengan apache, atau heli serang, karena kita juga punya. Jadi kita menggunakan empat unit heli apache kita dengan empat unit heli apache dari US Army. Selain itu juga ada penggunaan helikopter untuk serangan udara dan juga transportasi menggunakan heli. Itu juga sesuatu yang baru," ucap Kasad.