Hal ini juga menunjukkan betapa sektor pertanian tangguh dalam menghadapi berbagai kondisi, seperti Covid-19 yang telah memporak-porandakan perekonomian dunia.
Selanjutnya, Maringka menyampaikan, bukan hanya untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri saja, produk pertanian kita juga telah diekspor ke berbagai negara dengan nilai yang meningkat, dari Rp390,16 triliun di tahun 2019 menjadi Rp625,04 triliun di tahun 2021.
Sementara itu Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) sampai Maret 2022 sebesar 109,25 atau naik 0,67 persen dibanding NTUP bulan Februari 2022 sebesar 108,53.
"Belajar dari pohon kelapa memberikan manfaat pada setiap bagiannya, untuk membangun pertanian perlu kerja sama dari kita semua. Tidak ada yang paling berperan, petani, penyuluh, aparat, kita semua memiliki andil dalam pembangunan pertanian. Bersama kita jaga pangan, kita jaga masa depan," tuturnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondo Kambey, Bupati Minahasa Utara, Bupati Minahasa Selatan, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara, Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar, para aparat pemerintahan daerah, Kepala Kejaksanaan Negeri Minahasa Utara, Kapolres Minahasa Utara, Kadis Pertanian dan Perkebunan Kab. Minahasa Utara, Pengelola Anggaran.