Sepupu korban, Eti, mengungkapkan kesedihannya atas kejadian tersebut.
"Keponakan menelepon, katanya rumah terbakar, jadi saya langsung kemari. Bangunannya sudah habis. Yang meninggal itu sepupu saya, dia meninggal terbakar," ujarnya, Jumat (13/2/2026)
"Yang meninggal itu perempuan berumur sekitar 40-an tahun. Janda itu yang meninggal. Penyebab kebakaran korseleting listrik. Korban sedang tidur di kamar depan. Jadi dia mungkin mau selamatkan diri tapi tidak sempat," katanya lagi.
Selain korban meninggal dunia, seorang penghuni lainnya dilaporkan mengalami luka di bagian kepala akibat insiden tersebut.
Koordinator Damkar Kota Gorontalo, Mohammad Lutfi, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 15.29 WITA. Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk memadamkan api sepenuhnya.
"Cuma memang kondisi bangunan sudah tua, kan. Informasi api dari belakang, dari area dapur. Tidak ada kendala dalam pemadaman," katanya.
Dalam kasus kebakaran rumah di Donggala Gorontalo ini, penyebab sementara diduga akibat arus pendek listrik. Kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa kebakaran rumah di Donggala Gorontalo ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik, terutama pada bangunan lama yang rentan terhadap korsleting.