Para perupa Gorontalo yang menampilkan karyanya yakni Akbar Abdullah, D. Zakky Sore, Frans Ad, Halid Mustapa, Imal Malabar, Iwan Yusuf, Jamal MA, Komang Wastra, Raihan Lahidjun, Riden Baruadi, Rizal Misilu, Shandi Igirisa, Sitti Untari Lahinda, Suleman Dangkua, Syam Terrajana, Talib Eka dan Yayat Gokz.
Sedangkan perupa dari Sulawesi Utara adalah Alfred Pontolando, Bensuryo Pambudi, Budiyatmi, Deni Katili, Elbamun Mingkid, Fadjar Sahante, Gabriel Makienggung, Gustaf Rambing, Ivaldo Saselah, Jaya Masloman, Jeff Wattimena, Kevin Abast, Luthfi Madina, Preslay Sandala, Rexi Paransa, Rezaldy Sarendeng, Rilian Tumbel, dan Tifferet Kandou.
“Bakar Manyala” adalah nama dari sebuah inisiatif mandiri berwujud pameran berkala yang digagas oleh perupa Sulawesi Utara dan Gorontalo (TUPALO), yang diharapkan menjadi gerakan bersama perupa se-Sulawesi.
Gerakan tersebut diinisiasi oleh Jaya Masloman dan Alfred Pontolondo dari Sulawesi Utara, serta Syam Terrajana dan Awalludin Ahmad dari Gorontalo.
Nama “Bakar Manyala” sendiri adalah sebuah idiom yang menggambarkan nyala semangat para perupa di belahan Sulawesi dan Indonesia Timur untuk berekplorasi, menggali dan mengembangkan potensi kesenian yang dimiliki dengan basis kelokalan masing-masing.