"Ada respons baik dari Kabupaten Kepulauan Sitaro dan Kabupaten Kepulauan Sangihe misalkan. Mereka mengundang kami melakukan pendampingan langsung serta rakor gugus tugas KLA di daerahnya," katanya.
Meski begitu, kata dia, sembilan kabupaten dan kota yang sudah meraih predikat KLA harus berupaya maksimal untuk mempertahankan predikat tersebut.
"Sembilan daerah harus berjibaku, jangan puas dengan hasil tahun 2022 karena mempertahankan lebih sulit dari pada meraihnya," ujarnya.
Sedikitnya, lanjut Devy, ada sebanyak 24 indikator yang harus dipenuhi untuk meraih predikat KLA.
"Tingkatannya yaitu KLA pratama, madya, nindya dan utama," katanya menjelaskan.
Terkait provinsi layak anak, Devy mengatakan, persyaratan semakin sulit untuk memenuhinya.
"Sebelum tahun 2022, paling tidak ada 60 persen kabupaten dan kota yang meraih predikat KLA. Namun setelah 2022 persyaratan meraih provinsi layak harus semua kota dan kabupaten yang meraih predikat KLA," ujarnya.