Sedangkan penurunan terjadi pada subsektor tanaman pangan sebesar 0,54 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,07 persen, dan subsektor peternakan sebesar 0,40 persen.
Mukhanif menjelaskan jika NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan.
"NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi," ujarnya.