Dia mengatakan ada delapan poin penerapan protokol kesehatan yang berlaku di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Pertama melakukan pengukuran suhu tubuh setiap orang yang masuk ke terminal, baik menggunakan thermal scanner maupun thermo gun.
Kedua, menyiapkan penyanitasi tangan di lokasi yang banyak dilewati pengguna jasa. Kemudian penerapan physical distancing di terminal dengan memberikan tanda x pada seluruh area layanan Bandar Udara Sam Ratulangi, termasuk pada tempat duduk.
"Poin empat, seluruh petugas operasional yang bertugas wajib mengenakan Alat Pelindung Diri (APD)," ujar Rendy.
Poin kelima, bandara menyediakan fasilitas tempat pembuangan masker dan sarung tangan yang sudah dipakai. Kemudian, menyemprotkan disinfektan atau membersihkan fasilitas bandara secara periodik.
"Untuk poin ketujuh, bandara memasang media informasi sebagai sosialisasi protokol kesehatan. Ini untuk mengingatkan personel dan pengguna jasa bandar udara agar mengikuti ketentuan protokol kesehatan," katanya.
Adapun a poin terakhir, turut mengawasi pengguna jasa untuk menggunakan masker dan menjaga jarak. Di masa pandemi Covid-19, bandara juga menerapkan teknologi IT pada customer service officer dalam memberikan pelayanan kepada penumpang.
"Jadi antara customer service officer tidak bertemu secara langsung dengan penumpang, melainkan lewat monitor," ujar Rendy.