Ditambah lagi, permintaan sapi potong dari wilayah lain, diantaranya Pulau Kalimantan, cukup prospektif bahkan mengalami peningkatan setiap tahun.
Oleh karena itu Disnakkeswan terus memberi edukasi kepada masyarakat peternak maupun pengusaha untuk konsisten menjaga kesehatan ternak dan memperhatikan siklus produksi agar peningkatan populasi ternak sapi secara signifikan dapat tercapai.
Ia mengimbau agar peternak untuk segera melaporkan atau berkomunikasi dengan Disnakkeswan jika menemukan ternak sapi mengalami gangguan reproduksi ataupun masalah kebuntingan.
"Persoalan kesehatan ternak sapi baik gangguan reproduksi maupun kebuntingan yang dapat menurunkan produksi akan mudah diatasi dengan penanganan yang tepat. Sehingga pelayanan langsung menjadi salah satu solusi terbaik untuk optimalisasi produksi ternak sapi di daerah ini," katanya.