“Destinasi geowisata ada dii Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, dan Bone Bolango. Daya tarik utamanya diantaranya Danau Limboto dan Taman nasional Bogani Nani Wartabone, sedangkan daya tarik pendukung misalnya rumah adat Dulohupa,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo Rifli M Katili menjelaskan pemerintah provinsi telah mengusulkan 26 geosite ke Komite Nasional Geopark Indonesia.
“Ke-26 geosite tersebut telah melalui beberapa tahapan untuk mendapatkan penetapan sebagai Geopark Gorontalo. Sudah teridentifikasi 24 lokasi geosite yang tersebar di lima kabupaten di Gorontalo yang kemudian akan dijadikan tujuan geowisata,” kata Rifli.
Ia berharap diskusi tersebut dapat menghimpun informasi dari berbagai pihak untuk memperkaya dan menguatkan hasil kajian tim yang telah menyusun pola perjalanan wisata ini.
“Kami ingin menghubungkan masing-masing geosite tersebut menjadi lokasi tujuan wisata, serta membuka paket dengan segmentasi geowisata di Gorontalo,” katanya.
Dalam diskusi ini diikuti oleh pemangku kepentingan sektor pariwisata antara lain Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), sejumlah kelompok sadar wisata (Pokdarwis), akademisi, media, instansi pemerintah.