Diego merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Kakaknya bernama Emily dan Chris. Ayah Diego, Boy Mamahit merupakan mantan Pilot Bouraq Indonesia Airlines, maskapai penerbangan swasta Indonesia yang pernah beroperasi pada tahun 1970-2005.
"Bapaknya dulu juga pernah jadi distrik manager di Bouraq Surabaya," ucap Pierre.
Kini keluarga hanya bisa berharap agar ayah satu anak yang masih kecil itu selamat dari peristiwa nahas tersebut dan bisa kembali pulang ke rumah berkumpul bersama keluarga lagi.
"Keluarga sih masih berharap Diego selamat dan bisa ditemukan, cuma gak tahu deh perkembangan beritanya seperti apa sekarang," tutur Pierre.
Diketahui, pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak hilang kontak setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten. Pesawat diperkirakan jatuh di perairan antara Pulau Laki dan Pulau Lancang Kepulauan Seribu.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya menuturkan pesawat take off pada pukul 14.36 WIB. Satu menit kemudian, pesawat tercatat berada di ketinggian 1.900 kaki.