"Kondisi ini sudah dirasakan sejak akhir tahun 2020," ucapnya.
Hingga saat ini, pemerintah desa masih melakukan pendataan warga terdampak banjir.
Sementara itu, banjir juga merendam pemukiman warga di Desa Jembatan Merah, Kecamatan Tomilito.
Feri Humolungo, warga Desa Jembatan Merah mengaku banjir terjadi sejak pukul 15.30 Wita. "Curah hujan sangat tinggi, luapan air sungai berarus kencang pun tak terbendung ditambah luncuran air dan material tanah dari perbukitan Dambalo," katanya.
Ketinggian air terparah di lintas Sulawesi kompleks asrama Satuan Radar 224 Kwandang. Puluhan rumah terendam banjir dengan ketinggian bervariasi mulai dari 50 sentimeter hingga sekitar satu meter.
Warga, katanya, melakukan langkah inisiatif mengatur arus lalu lintas di lintas Sulawesi. "Jalannya menikung, juga tertutup air sekitar 50 sentimeter dan mengharuskan kendaraan yang melintas berhati-hati," ujarnya.
Pantauan di lapangan, banjir juga menggenang di pemukiman warga dan areal pertanian di Dusun Simpang Tiga Desa Dambalo. Satu unit rumah rusak sedang akibat longsor.
Belasan rumah terendam air mencapai ketinggian 70 sentimeter. "Curah hujan tinggi mengakibatkan air sungai atau DAS meluap," kata Arman, warga setempat.