Beruntung, kata dia, tidak ada korban jiwa, dan warga bersama aparat desa langsung melakukan kerja bakti membersihkan gorong-gorong yang tersumbat yang ada di lintas Sulawesi di desa itu.
Sumbatan tersebut, kata dia, juga memicu akses lintas Sulawesi ikut terendam akibat air tidak dapat mengalir lancar.
Banjir juga menggenangi permukiman warga di Desa Didingga, Kecamatan Biau.
Kepala Desa Didingga Sarcipto Potale mengatakan sebanyak tiga dusun terendam, terparah banjir menggenangi dua dusun di jalur kiri lintas Sulawesi di desa itu.
Sementara di jalur kanan, hanya sebagian rumah yang terendam.
Sebanyak 53 KK atau 195 jiwa terdampak banjir di desa itu.
Ketinggian air mencapai 60 senti meter, juga berdampak pada 6 unit rumah yang kehilangan bagian dapur karena terseret banjir berarus deras.
Pihaknya masih terus melakukan pendataan kerugian materiil, mengingat warga juga kehilangan stok pangan yang dimiliki, seperti beras yang terendam dan hanyut terseret banjir.
Pemerintah desa dibantu warga dan aparat Babinsa, membantu mengungsikan warga di lokasi aman, diantaranya di permukiman yang lebih tinggi mengingat banjir belum surut.
Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut, namun warga diminta waspada mengingat hujan masih mengguyur wilayah itu.