Sehingga sulit mengidentifikasi penyebab kematian. Sementara di daerah itu kata dia, tercatat 1.481 kelahiran yang dihitung sejak Januari hingga September 2022.
Dengan demikian, rasionalitas angka kematian ibu (AKI) tahun ini berada di kisaran angka 270 per 100.000 kelahiran.
Olehnya, untuk mengatasi permasalahan kematian yang terjadi di daerah ini, dia melakukan advokasi untuk membangun nota kesepahaman (MoU) dengan pihak Palang Merah Indonesia (PMI) terkait penyediaan stok darah.
Mengingat kasus kematian maternal banyak disebabkan perdarahan. Termasuk telah menggelar audit maternal pariental surveilans respon (AMPSR) yang menghadirkan dokter ahli kandungan dan dokter ahli anak.
Untuk mengkaji kasus kematian ibu melahirkan serta kematian bayi dan balita.
Hasilnya diketahui, selang bulan Januari hingga September 2022, ada empat kematian ibu melahirkan pasca bersalin (maternal).